Ads 468x60px

Rabu, 24 Desember 2014

Kelahiran 24 Desember - Berikut adalah nama-nama tokoh besar dunia yang lahir pada tanggal 24 Desember:
King John
1167: King John, Raja Inggris yang mengeluarkan Magna Carta; putra bungsu dari Henry II dan Eleanor dari Aquitaine, John memiliki masalah dengan gereja dan para baron, dan yang terakhir mengekstraksi piagam kebebasan yang terkenal itu darinya.
1798: Adam Mickiewicz, umumnya dianggap sebagai penyair terbesar Polandia dan tokoh romantisme terkemuka Polandia.
1818: James Prescott Joule, fisikawan Inggris yang dikenal karena kontribusinya terhadap ilmu termodinamika; pada 1843 ia menentukan nilai untuk koefisien kesetaraan, jumlah energi yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit panas, dan dengan William Thomson (Lord Kelvin) ia mengamati efek Joule-Thomson (1852-1862).
1822: Charles Hermite, matematikawan Perancis yang dikenal atas karyanya dalam teori bilangan, aljabar, dan teori persamaan.
1822: Matthew Arnold, penyair besar zaman Victoria dan kritikus sastra Inggris utama dari generasinya.
1881: Juan Ramón Jiménez, salah satu penyair Spanyol yang paling berpengaruh dari abad ke-20 dan penerima Nobel 1956

Referensi: http://kembangpete.com/

Senin, 04 Agustus 2014

Setapak Rindu

Saya belajar banyak, selama liburan dirumah, hingga selepas dzuhur tadi berangkat lagi keperantauan. Meninggalkan jejak  rindu keluarga tercinta.
Berbagai bentuk benturan, yang biasa-biasa saja hingga yang sedikit luar biasa, membuatku berpikir, "ya Alloh jika benturan yang kau kasih padaku membuatku semakin dekat dengan Engkau, hadirkanlah setiap detiknya padaku"
Benturan memang pasti akan membuat bekas luka, apalagi kalau benturan itu sangat kuat. namun, luka itulah yang akan menjadikan diriku semakin waspada untuk kedepannya. dan terkadang juga aku lupa sehingga terbentur lagi,, tapi ternyata, lupa ataupun tidak, benturan itulah yang menjadikanku lebih kuat, karena sedikit iman masih ku tanam rapih.

Jadi bersyukurlah kita yang mendapati benturan, walau benturan itu terasa sakit dan pahit. karena itu yang akan mengangkat kadar keimanan. Jika saja tidak, sungguh rugi.

Jumat, 01 Agustus 2014

Masa depan?

Menganggap diri lemah karena suatu keinginan, dan bukan karena suatu kebutuhan hanya akan menambah lemahnya diri.

Sekarang ini, fasilitas terbaik, pendidikan, jodoh, rizki, dll, adalah suatu keinginan bukan kebutuhan. namun nantinya akan menjadi sebuah kebutuhan bila ditunjang dan disandarkan pada agama. Bila semua keinginan itu tidak mampu untuk terlaksana atau terpenuhi. apa boleh buat? masa depan siapa yang tau?? pendidikan tinggi bukan suatu jaminan bila tanpa sabar dan ikhlas (yang jaman sekarang ini kita sebut ESQ), dan pendidikan tinggi bukan suatu jaminan menuju finansial yang mempuni. Hanya tekad, keyakinan, dan usaha saat ini yang akan menjadi suatu jaminan terbaik di masa depan.

Tentunya kita juga tahu, bahwa setiap langkah, ucapan dan tingkah laku kita semuanya sudah disuratkan di lauhil mahfudz, saat ruh kita di tiupkan pada jasad kita di usia 4 bulan. Jadi jangan hawatir akan masa depan, yang perlu dihawatirkan sekarang adalah apa yang kita kerjakan sekarang. Sudah baikkah? Ingat baik bukan baik menurut pribadi, dan bukan pula baik menurut orang terdekat. Tapi baik menurut agama.

Misal mengenai fasilitas terbaik. Jika menurut kita smartphon adalah yang paling baik, sedang menurut agama itu tidak baik, karena agama memandang yang kita gunakan hanya untuk kesenangan semata. Maka smartphone itu tidak baik.

Lagi, mengenai pendidikan. Jika menurut kita pendidikan adalah yang terbaik. Sedangkan menurut agama itu tidak baik, karena agama memandang yang kita dapat di jejang pendidikan, malah memandang orang miskin, orang yang tidak merasakan pendidikan, dan bahkan orang tua kita sendiri dianggap lemah, kerdil, dan tidak berpengetahuan. Maka pendidikan itu tidak baik.

Tambah lagi, mengenai jodoh. Jika menurut kita jodoh (dia) adalah yang terbaik, yang sering kita sebut “aku cinta dia cinta”. Sedangkan menurut agama itu tidak baik, karena agama memandang akan banyak kemadaratan dibaliknya, dan membuat salah satu pihak keluarga tersakiti. Maka jodoh itu tidak baik.

Timbul pertanyaan. Bagaimana kita bisa tahu bahwa menurut agama itu tidak baik? Bertanyalah pada orang yang lebih mengetahui, bahwa mencari kesenangan pribadi adalah tidak baik, bahwa membanggakan diri seolah diri yang terhebat adalah tidak baik. Dan bahwa menyakiti itu adalah tidak baik.

Sebuah kutipan dari A. Einstein mengenai masa depan, bahwa, "saya tidak pernah memikirkan masa depan, karena masa depan akan datang dengan sendirinya". Sesuai dengan apa yang diajarkan Islam, bahwa jangan terus terfokus dunia dengan tiada henti, hingga ajal semakin dekat.
Jangan nunggu ajal makin mendekat, memperbaiki pribadi dari sekarang adalah yang dianjurkan, tentunya dengan sabar, ikhlas dan islam. Planing boleh, namun jangan coba-coba memaksa masa depan, karena masa depan tidak bisa dipaksa dan bukan untuk dicoba.

~semoga tulisan ini bermanfaat, khususnya bagi saya dan keluarga di masa depan. Aamiin
~kritik dan saran sangat diharapkan


Rabu, 30 Juli 2014

Jangan Tanya Kenapa?

Untuk yang sudah memiliki suami, sudah jelas bahwa suami adalah surga atau neraka untuk kalian para isitri.

Untuk yang masih memiliki ibu dan bapak, sudah jelas bahwa surga dan neraka ada pada mereka.

Jadi, bila keduanya (suami/orang tua) mengatakan tidak setuju, jangan dilakukan. jika tetap dilakukan, sekuat apapun tameng yang kau punya, mau itu terbuat dari baja, mau baja itu dilapis berkilo-kilo meter, tetap akan tembus. jadi, masihkah mau mencari alasan untuk dilakukan??

Sesekali jika keduanya (suami/orang tua) tidak bisa menjawab apa alasannya sehinga kita tidak boleh melakukan sesuatu, jangan terus bertanya kenapa. karena terkadang ada sesuatu yang tak bisa dijelaskan dengan bahasa. dan hanya bisa dijelaskan oleh waktu. dan jangan sesekali menunggu waktu, hingga berkata "aku menyesal".

Satu lagi. jangan pikirkan masuk surga dan neraka adalah karena fadholnya Alloh. ingat kita hanya manusia diakhir jaman. kita bukan wali, bukan tabiin, tabiat, bahkan bukan sohabat Rosul saw, kita hanya manusia diakhir jaman. sudah banyak melakukan berbagai bentuk permaksiatan. jangan pikirkan maksiat itu hanya membunuh, memperkosa, mencuri, korupsi, atau berzina. membuang sampah sembarangan saja itu adalah bentuk permaksiatan, ingat itu baik-baik. dampaknya bisa membunuh sampai ribuan jiwa.

intinya, taat pada keduanya (suami/orang tua) berarti taat juga pada Alloh SWT. wallohu'alam...

semoga tulisan ini bermanfaat bagi para sahabat, khususnya saya dan keluarga. semoga dapat terus menjaga kami untuk terus ingat, pada Alloh SWT. aamiin