Menganggap diri lemah karena suatu keinginan, dan
bukan karena suatu kebutuhan hanya akan menambah lemahnya diri.
Sekarang ini, fasilitas terbaik, pendidikan, jodoh,
rizki, dll, adalah suatu keinginan bukan kebutuhan. namun nantinya akan menjadi
sebuah kebutuhan bila ditunjang dan disandarkan pada agama. Bila semua
keinginan itu tidak mampu untuk terlaksana atau terpenuhi. apa boleh buat? masa
depan siapa yang tau?? pendidikan tinggi bukan suatu jaminan bila tanpa sabar
dan ikhlas (yang jaman sekarang ini kita sebut ESQ), dan pendidikan tinggi
bukan suatu jaminan menuju finansial yang mempuni. Hanya tekad, keyakinan, dan
usaha saat ini yang akan menjadi suatu jaminan terbaik di masa depan.
Tentunya kita juga tahu, bahwa setiap langkah,
ucapan dan tingkah laku kita semuanya sudah disuratkan di lauhil mahfudz, saat
ruh kita di tiupkan pada jasad kita di usia 4 bulan. Jadi jangan hawatir akan masa
depan, yang perlu dihawatirkan sekarang adalah apa yang kita kerjakan sekarang.
Sudah baikkah? Ingat baik bukan baik menurut pribadi, dan bukan pula baik
menurut orang terdekat. Tapi baik menurut agama.
Misal mengenai fasilitas terbaik. Jika menurut kita
smartphon adalah yang paling baik, sedang menurut agama itu tidak baik, karena
agama memandang yang kita gunakan hanya untuk kesenangan semata. Maka smartphone
itu tidak baik.
Lagi, mengenai pendidikan. Jika menurut kita
pendidikan adalah yang terbaik. Sedangkan menurut agama itu tidak baik, karena
agama memandang yang kita dapat di jejang pendidikan, malah memandang orang
miskin, orang yang tidak merasakan pendidikan, dan bahkan orang tua kita sendiri dianggap
lemah, kerdil, dan tidak berpengetahuan. Maka pendidikan itu tidak baik.
Tambah lagi, mengenai jodoh. Jika menurut kita jodoh
(dia) adalah yang terbaik, yang sering kita sebut “aku cinta dia cinta”. Sedangkan
menurut agama itu tidak baik, karena agama memandang akan banyak kemadaratan dibaliknya,
dan membuat salah satu pihak keluarga tersakiti. Maka jodoh itu tidak baik.
Timbul pertanyaan. Bagaimana kita bisa tahu bahwa
menurut agama itu tidak baik? Bertanyalah pada orang yang lebih mengetahui,
bahwa mencari kesenangan pribadi adalah tidak baik, bahwa membanggakan diri
seolah diri yang terhebat adalah tidak baik. Dan bahwa menyakiti itu adalah
tidak baik.
Sebuah kutipan dari A. Einstein mengenai masa depan,
bahwa, "saya tidak pernah memikirkan masa depan, karena masa depan akan
datang dengan sendirinya". Sesuai dengan apa yang diajarkan Islam, bahwa jangan
terus terfokus dunia dengan tiada henti, hingga ajal semakin dekat.
Jangan nunggu ajal makin mendekat, memperbaiki pribadi
dari sekarang adalah yang dianjurkan, tentunya dengan sabar, ikhlas dan islam.
Planing boleh, namun jangan coba-coba memaksa masa depan, karena masa depan tidak
bisa dipaksa dan bukan untuk dicoba.
~semoga tulisan ini bermanfaat, khususnya bagi saya
dan keluarga di masa depan. Aamiin
~kritik dan saran sangat diharapkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar